Tuesday, 27 August 2013

Cara menanam melon dalam pot


cara tanam melon di dalam pot:

Siapkan Media Tanam
Siapkan media tanam yang subur dan cukup unsur hara, contohnya adalah : campuran abu sampah dan pupuk kandang, gambut dan pupuk kandang, kompos sampah rumah tangga dan tanah atau pasir, abu sekam dan pupuk kandang, tanah dan sekam serta pupuk kandang, pasir dan pupuk kandang, tanah dan pupuk kandang yang perbandingan campuran media tanam adalah 1:1 atau 2:1, yang terakhir disarankan 3:1.
Selain kompos, pupuk yang baik adalah pupuk kandang. Biasanya diperoleh dari kotoran sapi, kambing, atau kerbau. 
Kotoran anjing dan kucing kurang cocok dipakai untuk membuat pupuk kandang, Sisa-sisa makanan yang dikeluarkan oleh binatang pemakan rumput jauh lebih baik hasilnya.
cara-tanam-melon-dalam-pot
cara menanam Melon dalam pot atau polybag
Pemilihan Pot :
Pot yang digunakan harus mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik terutama perakaran.. Beberapa jenis pot ini tidak memiliki sifat pot yang baik sehingga pada siang hari yang panas, suhu pot cepat naik dan tanaman menjadi layu. Karena itu, beberapa jenis pot perlu dilubangi didindingnya.
Berikut Ciri pot yang baik adalah untuk tanaman melon yang punya berat buah lumayan itu ;
• Mampu mendukung perkembangan perakaran, dan juga menahan beban tanaman dan buah nantinya.
• Pastikan bahwa Bagian bawah pot harus berlubang untuk drainase pot
• Dasar pot yang dipilih, berkaki untuk membantu aerasi dan drainase
• jangan terlalu berat agar mudah dipindahkan
• tidak gampang rapuh, mudah lapuk dan pecah
Jenis pot yang dapat dipakai dapat berupa pot tanah liat , pot plastik , pot porselin, pot semen,pot ban bekas ,pot kaleng bekas ,dan pot dari anyaman bambu
Penanaman
melon-dalam-pot
Cara pemasangan ajir/lanjaran pada melon dalam pot
Pilih benih melon dari jenis/varietas yang anda sukai, pada umumnya menis melon ada dua macam yaitu; Melon Kuning, buahnya berwarna kuning emas polos tanpa net, yang kedua Jenis Melon yang kulit buahnya berpola seperti jaring. Setelah pemilihan Jenis sudah ditentukan benih bisa langsung ditanam di media tanam dengan cara benih ditanam sedalam 2-3 cm, setiap Pot bisa dimasuki 1-2 biji kemudian disiram secukupnya.
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan setiap hari pagi dan sore jika tidak memungkinkan minimal sehari sekali hari harus disiram. Mengingat tanaman pada umumnya sangat membutuhkan air untuk pertumbuhanya, air selain berfungsi untuk kebutuhan tubuh tanaman air juga sebagai pengurai unsur hara sehingga mudah diserap tanaman.
Pemasanagan ajir/turus. Ketika benih sudah tumbuh dan sudah keluar daun asli (bukan daun pertama dari belahan benih) kira-kira umur 7-10 hari pasanglah ajir pada sisi tanaman. Tancapkan ajir sedalam mungkin pada sisi tanaman, tinggi ajir + 1,5 m, bahan ajir bisa bambu atau pipa paralon kecil. Fungsi ajir adalah sebagai tempat merambatnya tanaman, karena melon merupakan tanaman merambat. Pada umunya tanaman melon mempunyai sulur untuk merambat sehingga mentimun mempunyai kemampuan untuk merambat sendiri, tapi akan lebih kokoh menempel pada ajir jika diikat. Ikat tanaman pada ajir dengan cara tali disilangkan antara ajir dan tanaman sehingga membentuk angka 8, pengikatan cukup kendor saja tidak perlu terlalu ketat karena akan merusak batang tanaman. Kemudian jika sudah berbuah tambahlan ajir/turus secara menyilang sebagai penopang buah.

Dosis dan cara pemupukan
Pemupukan dilakukan minimal seminggu sekali. Yang perlu diprhatikan dalam pemupukan adalah : Jenis Pupuk, Waktu Pemupukan dan Dosis Pupuk. Jenis pupuk yang baik pilihlah yang mengandung unsur NPK (Nitogen, Phospor dan Kalium) atau pupuk majemuk, jenis ini sangat mudah didapat dikios-kios pertanian. Waktu pemupukan minimal setiap 3-5 hari sekali besamaan ketikan penyiraman.
1. Dengan cara siraman.
Pupuk dilarutkan dalam air dengan perbandingan 2 gr pupuk setiap 1 liter air, kemudian larutan pupuk tersebut disiram pada media tanam usahakan sebisa mungkin tidak mengenai batang tanaman, waktu pemupukan sebaiknya sore hari. Dosis pemupukan mengikuti umur tanaman, ketika tanaman berumur 7-15 hari satu pot cukup disiram 1 liter larutan pupuk, umur 15-20 hari 2 liter larutan, umur 25-dan seterusnya 3 liter larutan perpot tanaman. 
2. Dengan cara tabur.
Pupuk ditabur atau di tanam sedalam 1-2 cm dalam media pot, letak pupuk tidak boleh terlalu dekat dengan tanaman, posisi pupuk bergantian setiap kali melakukan pemupukan. Siram tanaman jika selesai memupuk agar pupuk segera larut dan terurai,bahkan jika tidak disiram tanaman bisa layu akibatcairan tanaman terserap oleh butiran pupuk atau disebut plasmolisa. Dosis pemupukan mengikuti umur tanaman, ketika tanaman berumur 7-15 hari satu pot 2-3 gr pertanaman, umur 25-dan seterusnya 3-5 gr pertanaman. Perlu diperhatikan juga dosis pupuk juga tergantung kondisi tanaman jika dengan dosis standart tersebut tanaman kurang subur maka volume pemupukan bisa ditambah. Karena efektivitas dari pupuk juga dipengaruhi oleh media tanam.
d.Pemeliharaan
  • Pemasangan lanjaran dilakukan saat tanaman mulai merambat atau sekitar umur 5 – 8 hari setelah tanam, sambil diatur arah rambatannya
  • Pemangkasan, pemangkasn sangat penting dilakukan karena akan mempengaruhi prtumbuhan dn produktivitas tanaman, menginat pertumbuhannya sangat cepat maka pemangkasan harud silakukan setiap hari agar pertumbuhan cabang belum terlalu panjang. Cabang yang muncul dari ketiak daun pertama sampai daun kedelapan dipotong, dan dari daun kesmbilan sampai daun ketigabelas cabang yang tumbuh dipelihara untuk pembuahan setelah daun ketigabelas tidak perlu lagi ada cabang yang dipelihara hingga daun ketujuh belas batang dipotong.
  • Pemupukan, pupuk dasar menggunakan pupuk Mutiara 15 gram/polybag diberikan padasaat mengisi polybag, pupuk susulan masing-masing 10 gr/ polybag setiap setengah bulan sekali.
  • Seleksi buah, buah yang dipelihara maksimal dua biji setiap pohon diambil dari cabang ke 9 sampai cabang ke 13 untuk mendapatkan buah yang optimal
  • Penyiangan, dilakukan setiap setengah bulan sekali atau melihat kondisi lahan
  • Pengendalian OPT, hama yang menyerang diantaranya adalahkunang-kunang , ulat pucuk sedang penyakit yang menyerang adalah penyakit antraknosa dan karat daun. Pengendalian lebih banyak secara fisk mekanis dan untuk penyakit menggunakan fungsida Bion – M atau merk lain, selain itu bisa menggunakan cara organik yaitu :
  : minyak cengkeh, minyak sereh, daun sirsat, tembakau.   
     Caranya 20 lembar daun sirsat ditumbuk sampai halus, tambahkan segenggam tembakau (afkir dari toko tembakau juga bisa) atau kalau tidak ada bisa dengan 3 batang rokok yang murahan kemudian ditambah 0,25 liter air sampai kental (tidak terlalu banyak), kemudian diremas-remas sampai lumat, kemudian diperas dan disaring, , tambahkan 5 ml minyak cengkeh, 5 ml minyak sereh lalu tambahkan air hingga volume larutan menjadi 2 liter. Semprotkan larutan pestisida organik tersebut secara rutin 2 -3 hari sekali. 

e. Panen, melon mulai berbuah sejak umur 20 hari setelah tanam, buah yang sudah diseleksi dipelihara sampai umur sekitar 60 sudah siap panan, dengan ciri – ciri :
  • Untuk varieta Slyroket ciri buah setiap panen adalah net yang terbentuk pada kulit buah terlihat sudah rapat
  • Warna kulit buah mulai putih kekuningan
  • Warna kulit buah putih mulai kekuningan
  • Pada tangkai buah terbantuk cincin /lingkaran retak retak
  • Tercium aroma yang khas aroma melon.
Selamat Mencoba!


gambar diambil dari sini
artikel diolah dari sini dan sini

6 comments:

  1. terima kasih infonya... lagi mau belajar bertani :D

    ReplyDelete
  2. Saya tanam melon d pot stiap tangkai daun ada 2 bunga sampai daun paling ujung tapi g ada yang jadi buah.
    Trima kasih

    ReplyDelete
  3. Boleh dicoba nih nanti kalau dah punya pekarangan rumah sendiri. Thanks sharingnya komandan.

    ReplyDelete
  4. Wuihhhhhhhhhhhhh! mantap nih, mksh yach!

    ReplyDelete